Kamis, 17 November 2016

Sejarah singkat
TENGKLENG SOLO BU YOKO/KERTO




Tengkleng solo ini sebenarnya bernama Tengkleng Solo Bu Yoko, Namun dalam perkembangannya tengkleng solo ini lebih di kenal dengan nama Tengkleng Solo Kerto,. Tengkleng solo ini terletak di Jalan Kerto No.8 Yogyakarta, tepatnya di sebelah Barat Pabrik SGM atau di Timur Kampus UST Yogyakarta. Tengkleng soloBu Yoko/ kerto  buka pada jam 5 sore sampai jam 11 malam pada hari Senin samapai Hari Sabtu. Rata-rata penjualan tengkleng solo perhari mencapai 75 – 100 porsi. Dengan harga Tengkleng Rp 22.000, Nasi Rp 3.000, Sate Rp 2.500, kaki,mata,pipi,otak,kuping Rp 12.500, Buntut Rp 10.000,  Teh Rp 3.000, Jeruk Rp 4.000.
 Di butuhkan waktu cukup lama untuk memasak tengkleng ,sehingga proses produksi tengkelng solo Bu Yoko/Keto memulai proses dari jam 9 pagi samapai jam 2 sore, Bahan baku tengkleng didapatkan dari system suplayer dan sebagaian lagi belanja sendiri.
Tengkleng Solo Bu Yoko/Kerto  berdiri pada Tahun 2000, awal berdirinya tengkleng solo ini terletak di daerah Kusumanegaran, namun hanya dapat bertahan 2 tahun dikarenakan lahan yang akan dialihfungsikan  menjadi perkantoran.  Tengkleng solo ini dulunya adalah bisnis sampingan keluarga yang di miliki oleh Ibu Sri Sutini atau Ibu Yoko dan di bantu Suami serta 2 anaknya, .namun, dalam perkembangannya, kini tengkleng solo ini telah memiliki 2 karyawan tetap,dan 1 juru parkir yang sering membantu pelayanan saat konsumen ramai.
Saat ini tengkleng solo Bu Yoko/Kerto telah genap berusia 16 tahun, dalam rentan waktu 16 tahun ini tengkleng solo Bu Yoko/Kerto sempat mengalami pasang surut usaha dan 2 kali mencoba peruntungan dengan membuka cabang di daerah lain. Pertama pada tahun 2004 membuka cabang di daerah Babarsari namun hanya dapat bertahan 2 tahun di karenakan lahan yang sudah disewakan kembali. Kedua pada tahun 2009 membuka cabang kembali di daerah lingkar Manding Bantul, namun hanya dapat bertahan 2 tahun di karenakan kurang berkembangnya usaha dan kurang minatnya mangsa pasar di daerah tersebut walaupun ada saja beberapa pelaggan tetap yang datang. Kini tengkleng solo belum membuka cabang kembali dan hanya membuka lapak di Jalan Kerto No.8 Yogyakarta.